Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

BUONGIORNO, SANTRI

Gambar
sumber gbr: https://cdn.medcom.id/ Dengan bangganya, seorang kawan bercerita kalau anaknya masuk pesantren. Satu harapannya, kelak setelah lulus dan terjun ke masyarakat, sang anak bertumbuh menjadi pribadi yang bertaqwa pada Tuhannya, bangsa, negara, dan orangtua. Tapi apa daya, pupuslah harapan itu. Di akhir tahun kedua nyantriknya, sang anak dikeluarkan dari pesantren, karena dinilai berperilaku tidak jujur. Kawan saya termenung, tapi kemudian menerimanya dengan ikhlas. Resolusi Jihad Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dicetuskan K.H. M. Hasyim Asy'ari menegaskan dua hal, yaitu agar Pemerintah Republik Indonesia “bersikap” melawan Belanda dan kaki tangannya, dan meminta (umat Islam) melanjutkan perjuangan bersifat “sabilillah” untuk tegaknya Negara Republik Indonesia. Sejak itulah, semangat melawan penjajah berkobar-kobar, bahkan rela mati demi kemerdekaan Republik Indonesia.  Kepeloporan para ulama dalam mewujudkan rasa cinta tanah air merupakan bukti keislaman yang mendalam,

Nol Rupiah Kelahiran Anakku, Ditanggung BPJS

Gambar
 Tangerang Selatan, 10 Maret 2020, anak lelaki keduaku lahir dengan selamat. Bahagianya aku dan istriku, sampai tak bisa berkata-kata lagi. Kelahiran anak keduaku cukup mendebarkan. Karena suatu alasan, istriku lebih memilih untuk melahirkan dengan secara caesar (SC).  Aku tidak keberatan. Aku dukung sepenuhnya keputusannya. Karena bagiku, kenyamanan dan ketenangannya di kehamilan kedua ini adalah yang utama. Dan, kami berharap kelak saatnya tiba, anakku lahir ke dunia dengan selamat dan sehat. Selain faktor kenyamanan batin, faktor biaya menjadi pertimbangan yang lain. Tentu, kami telah siapkan biaya persalinan secukupnya untuk berjaga-jaga. Paling utama tentu kesehatan bayi dan ibunya. Maka, berapapun biaya yang dibutuhkan tetap perlu disiapkan dengan baik.  Aku dan istri sempat googling , survei RSIA ini dan itu, demi mendapatkan harga yang pas, dan tentu saja pelayanan dokter yang maksimal. Akhirnya, berkat bantuan petugas kesehatan di klinik faskes pertama, kami disarankan untuk m

Pergi Ke Lain Dunia

Gambar
Hari-hari belakangan, aku merasa tak betah tinggal di bumi. Tidak saja karena semakin panas karena menipisnya lapisan Ozon, tetapi juga menipisnya kesabaranku. Secepatnya, aku ingin melihat luasnya dunia, aneka warna bunga, dan beragam bentuk mobil mainan dengan segala mereknya. Sini, beri aku sayap, maka akan kuterbangkan mimpi-mimpiku setinggi langit yang paling tinggi. Kibaskan pengharapan dengan semangat dan pengorbanan, niscaya akan bisa kulihat terang keajaiban. Aku tak betah tinggal di bumi, yang serasa semakin asing dan tak bisa dikenali. Ia mengikis kearifannya sendiri. Alasannya karena bumi memang sudah semakin dalam terendam oleh air kesombongan. Tahukah kamu, kalau selama ini aku hanya bisa menikmati diriku sendiri. Aku punya dunia sendiri. Di kamar ini. Di ponsel ini. Agh, ya. Tak mungkin kalian (orang-orang dewasa) bisa mengerti yang aku rasakan. Sebab kalian berpikir dari kacamata kalian sendiri, tak pernah gunakan kacamataku.  dokpri Memang pernah ayahku gunakan kacamat